Kotak
Syukur
Karya:Yunita
Amalia- XI IPA2
Didepan saya duduk seorang perempuan berhijab dengan sempurna yang telah menekan
tombol pause kehidupannya.
Ia mulai bercerita.
‘’Cerita ini bermula dari kanak-kanak, masa
saat pemahaman hidup mulai dibentuk. waktu itu Kalila adalah gadis cantik yang
sangat menysyukuri suatu rezeki yang namanya sehat.’’ Ia diam sejenak, lalu
melanjutkan.
‘’Pernah suatu hari ketika Kalila masih baru
berumur 7 tahun ia mencoba menghitung nikmat Allah SWT. Karna ia sering sekali
mendengar sang abi membaca suatu terjemahan ayat yang artinya kurang lebih
seperti ini ‘’…dan jikalau kau menghitung
nikmat Allah SWT. Niscaya kau tak akan sanggup menghitungnya’’ Abinya
Kalila sering sekali membacakan terjemahan ayat itu kepadanya agar Kalila
sering bersyukur kepada Allah SWT.
Seiring berjalannya waktu, Kalila sangat
menghayati maknanya, maka Kalila kecil nan polos mencoba bereksperimen menghitung
nikmat yang ada pada dirinya. Lalu, diambilnya buku catatan hariannya dan
mulailah ia menulis segala macam nikmat yang ada pada dirinya.
Ia mulai menulis..
Diawalinya tulisan penuh makna itu dengan
kata Alhamdulillah.
Alhamdulillah
Kalila punya 5 panca indera yang sangat berguna untuk aktivitas sehari-hari.
Alhamdulillah
Kalila diberi kesehatan, paras yang cantik, orang tua yang menyayangi Kalila.
Alhamdulillah
Kalila punya darah, jantung, leher, kuku, rambut, tangan, tulang, lidah.
Sejenak Kalila terdiam sambil
mengepak-ngepakan tangannya.
‘’duh, tanganku pegal, yaudah besok kan
libur, lanjutin besok aja ah’’ gumamnya pelan.
Lalu keesokan harinya Kalila melanjutkan
tulisan penuh maknanya itu.
‘’Alhamdulillah
Kalila punya rumah, Alhamdulillah Kalila…’’ ia berhenti menulis dan teringat akan sesuatu‘’oh iya
Kalila lupa, 5 panca indera itukan belum Kalila uraikan fungsi dan
strukturnya’’
Lalu Kalila kecil mencoba menguraikannya.
‘’Alhamdulillah
punya mata yang berfungsi untuk melihat, Alhamdulillah Bagian-bagian mata terdiri dari kornea, iris, lensa, badan bening,
retina, dan saraf mata.
Kornea (selaput bening). Alhamdulillah Kornea mata berguna meneruskan cahaya yang masuk kedalam mata . Alhamdulillah Lensa mata berguna untuk memfokuskan agar cahaya yang masuk ke dalam mata jatuh tepat pada retina.’’
Kornea (selaput bening). Alhamdulillah Kornea mata berguna meneruskan cahaya yang masuk kedalam mata . Alhamdulillah Lensa mata berguna untuk memfokuskan agar cahaya yang masuk ke dalam mata jatuh tepat pada retina.’’
Kalila berhenti menulis,
ia berpikir sejenak, lalu berkata ‘’Allahuakbar,
ternyata banyak sekali nikmat-Nya, Kalila tak akan sanggup menulis semua nikmat
itu. Ok, Kalila angkat bendera putih!’’
Singkat cerita, Kalila
sejak saat itu tak pernah alpa mengucap syukur setiap harinya.’’
Kalila menghela nafas.
Diseduhnya teh hangat yang sedari tadi belum diminum, kemudian berkata..
‘’nah itu tadi ceritaku
diwaktu kecil’’ ia menutup cerita dengan antusias.
‘’Alhamdulillah, benar
juga kata kamu Kal. Aku ga pernah kepikiran sejauh itu loh’’ komentar Dinda
dengan nada kagum.
‘’makasih Dinda sudah
mendengarkan ceritaku.’’ Jawab Kalila.
‘’Kalilaaaaa, harusnya aku
yang bilang makasih sama kamu udah mau berbagi cerita kecil penuh makna itu’’
‘’iya Dinda sama-sama’’
jawab Kalila dengan kerendahan hati.
‘’Kalila.. aku mau tanya..’’
‘’ya, mau tanya apa?’’
Kalila penasaran.
‘’Bagaimana caramu
mensyukuri nikmat-Nya yang tak terkira itu?’’ kali ini Dinda memasang wajah
serius.
Kalila tersenyum tipis dan
menjawab.
‘’Bisakah kau
tinggalkan urusan duniamu sejenak? Bagaimana caramu mensyukuri nikmat-Nya yang
tak terkira? Dengan membuka auratkah atau dengan memakai parfumkah? Dengan
melihat yang diharmkannya kah? Atau apa?’’ Kalila menteskan air mata. Setelah
ada hening beberapa saat kalila melanjutkan..
‘’Padahal semua itu
untuk kebaikan kita juga kan? Jadi tak ada yang salah dengan semua aturan
Islam, benar-benar agama yang sempurna. Semenjak itu Kalila kecil sampai
sekarang tak pernah lupa bersyukur,
apalagi lalai dalam menjalankan segala perintahnya dan justru dengan cara
itulah caraku bersyukur.hanya kadang godaan syetan yang terkutuk dengan
bisikan-bisikannya tentang kebahagiaan sesaat sangat menggiurkan sehingga kita
kadang lalai, tapi ayolah kawan.. cobalah untuk berperang melawannya agar kita
tidak sampai jauh dari-Nya.’’
Mata Kalila mengeluarkan
buliran-buliran bening, tangisnya tumpah. Kalila beristighfar lalu berkata
‘’dan satu lagi nikmat-Nya yang selama ini tidak disadari adalah kamu Dinda,
sahabatku’’
‘’Kalilaaa’’ mata Dinda berkaca-kaca.
‘’Semoga kita menjadi
sahabat dunia-akhirat yaa Kal’’ Dinda memeluk Kalila.