DURHAKA MEMBAWA PETAKA
KARANGAN :AULADINA SHALIHAH
KELAS :XI IPA 1
Disebuah rumah terdapat keluarga
yang terdiri dari sepasang suami istri dan seorang anak laki-laki yang baru
saja menjalani S2 dalam perkuliahannya yang bernama Andi.Ayah Andi bekerja
sebagai Direktur disebuah perusahaan dan ibunya sebagai seorang Dokter,sehingga
dari penghasilan orang tuanya itu hidup Andi selalu bergelimangan dengan
harta.Namun sayang,Andi selalu bersifat sombong dengan segala kepintaran dan
kekayaan yang dimilikinya kepada orang lain dan bahkan ia berani melawan kepada orang tuanya.Padahal
orang tuanya tidak pernah mengajarkan kepada Andi untuk bersifat sombong,bahkan
mereka selalu menasehati Andi untuk menjadi anak yang baik ,akan tetapi hal
tersebut selalu diabaikan oleh Andi.
Orang tua Andi yang waktu itu
sedang mengobrol dengan seorang tamu,tiba-tiba Andi melangkah menghampiri
mereka.Tanpa berfikir dan memiliki etika apapun Andi langsung berkata kepada
Ayahnya;
“Yah,aku
minta uang dong ?.Gak banyak Cuma 5 juta saja”.Pinta Andi kepada ayahnya.
“Uang 5
juta itu mau kamu apakan lagi di?”Tanya ayah Andi kepadanya.
“Yaaa
aku mau beli Hp baru lagi”.Jawab andi.
“Udah
berapa kali sih kamu gonta-ganti Hp di,apa gak puas??”.Sahut ibunya Andi.
“Aku
bosan aja ngeliatnya.”Dengan nadsa agak tinggi.
“MasyaAllah,kamu
kan punya uang tabungan,apa salahnya kamu pakai uang mu saja? Sahut Ibu Andi.”
“Alaaaah,bilang
aja kalian itu gak mau beri uang kepada aku,dasar orang tua pelit.”Dengan wajah
marah.
Dengan perasaan tidak enak melihat hal tersebut,si tamu tadi
akhirnya pamitan kepada orang tua Andi.hSetelah tamu tersebut meninggalkan
rumah,percakapan panas it uterus berlangsung
“Andi,kamu
punya sopan santun gak sih,seharusnya kamu bisa menjaga sikap dengan tamu ayah
ibumu ini.”Kata ayah Andi dengan lantang.
“Gak
usah nasehatin aku terus,lagian aku orangnya pintar,jadi gak usah nasehatin
orang”Sahut Andi dengan suara yang keras.
“Apa
yang Ayah kamu katakan itu benar di,kamu itu punya pendidikan yang tinggi,kalau
sikap kamu seperti itu semuanya tidak berguna di!”.
Andi yang merasa muak mendengar nasehat dari
orang tuanya,akhirnya Andi pergi meninggalkan mereka dengan perasaan marah
menuju kamarnya dan langsung merebahkan badannya.
Keesokan
harinya,dan jam sudah menunjukkan pukul 08:45.Andi belum juga bangun dari
tidurnya.Ibu Andi yang mengetahui bahwa anaknya belum juga bangun,diapun
membangunkannya.
“Andi,bangun…bangun.”Sambil
menggerak-gerakkan tubuh andi.
‘Ya.”Sahut
Andi dengan nada pelan.
“Kamu
sudah sholat subuh di ?”.Tanya Ibunya.
“Ngapain
aku sholat !,sudah jelas-jelas aku sudah sangat pintar dan memilki
segalanya,jadi buat apa aku sholat dan mohon-mohon kepada Tuhan untuk berdo’a
meminta kembali.
“Ya
Allah Andi,kenapa sifat kamu seperti itu.”
“Ibu
ingin kamu menjadi anak yang pintar,namun kamu harus tetap taat kepada Allah
dan tetap bisa menjaga sikap terutama kepada ibu bapakmu ini”.
Tanpa
menghiraukan ibunya dan meninggalkan perasaan marah,Andi langsung beranjak dari
tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk mandi .Setelah selesai mandi,Andi
berjalan menuju meja makan dengan pakaian yang bersih dan rapi untuk makan
bersama dengan orang tuanya.
“Fuuh,ini
makanan kenapa pedas banget,ibu sengaja ya mau membuat akau sakit perut.”Dengan
meludahkan makanan ke lantai.
“Maaf
di,ibu gak tau kalau kamu itu gak suka pedas nak,maafin ibu ya.”Kata Ibu Andi
dengan nada penuh harap.
“Maaf
maaf”.Seharusnya ibu itu tau kalau kau gak suka pedas”.Dengan suara lantang dan
menghempaskan piring ke lantai.
“Andi
!.Kamu jadi anak selalu nyakitin hati orang tua.Gak ada gunanya kamu,sekolah
tinggi tetapi akhlakmu tidak ada”.Kata Ayah Andi dengan nada emosi.
“Benar
kata ayahmu itu,kamu kalau tidak hormat sama orang tua pasti hidupmu itu akan
sengsara.”Sahut ibunya Andi.
“Lebih
baik kamu pergi saja dari rumah ini”.Kata Ayah Andi dengan marah.
“Baik,
kalau mau kalian begitu,aku akan pergi dari rumah ini,dan jangan pernah
berharap aku akan kembali.”Kata Andi dengan marah yang sejadi-jadinya.
Andi
masuk ke kamaranya dan mengemas barang-barangnya kedalam tas dan segera
meninggalkan rumah.Dia langsung menaiki mobilnya dan membawanya dengan
kecepatan yang tinggi tanpa memperhatikan disekelilingnya.Karena tidak
hati-hati,Andi ditabrak oleh seorang pengendara truk yang menyebabkan Andi
mengalami luka parah.Warga yang melihat kejadian tersebut langsung membawa Andi
ke Rumah sakit.
Setelah
beberapa jam lamanya Andi berada di Rumah Sakit,iapun siuman dari pingsannya.
“Aku
ada dimana”???Dengan nada terkejut.
“Kamu
berada di Rumah Sakit,barusan kamu mengalami kecelakaan dan kamu lumpuh.”Jawab
seorang dokter yang berada disampingnya.
“Lumpuh
dok,ini gak mungkin”.Dengan perasaan tidak percaya.
“Kenapa
sih aku harus mengalami semua ini,kenapa hidupku jadi seperti ini.”Dengan rasa
marah dan kesal.
Dokter
yang ternyata juga seorang penceramah,jadi dia bisa memberikan nasehat dan
pencerahan kepada Andi.
“Kamu
harus sabar atas segala cobaan yang kamu hadapi dan mungkin kamu harus lebih
taat kepada-Nya.Bisa saja selama hidupmu,kamu banyak melakukan kesalahan,Jadi
Allah memberi cobaan ini kepadamu,karena cobaan itu bisa datang kepada siapa
saja yang dikehendakinya.”Kata Dokter dengan nasehatnya.
Seraya
itu Andi langsung teringat akan semua kesalahnnya selama ini,ia sering
melalaikan perintah-Nya dan durhaka kepada ayah dan ibunya.Tanpa disadari oleh
Andi,ia mengeluarkan air mata dengan penuh penyesalan.
“Dok,selama
ini aku sering melalaikan perintah-Nya,dan aku juga sering melawan kepada ayah
dan ibuku.Dan saat ini,aku pergi dari rumah meninggalkan mereka dengan rsa
marahku kepada mereka dok !”.
“Astaghfirullah.Mungkin
itulah yang membuat kamu seperti ini anak muda.”
“Aku
merasa bersalah kepada mereka dok karena aku sering menyakiti hati mereka”.Dengan
muka tertunduk.
“Kamu
harus sesegeranya meminta maaf kepada orang tuamu dan segeralah bertobat
kepada-Nya.”
“Iya
dok,aku harus meminta maaf kepada mereka.Terimakasih dokter telah memberikan
nasehat kepada aku.”Kata Andi kepada Dokter.
“Iya
sama-sama.Semoga hidup kamu setelah meminta maaf dan bertobat kepada-Nya
menjadi lebih baik”.
“Amiiin”.Sahut
Andi.
Setelah
beberapa hari berada dirumah sakit,Andipun diperbolehkan untuk pulang.Walaupun
kini Andi tidak bisa berjalan dan harus duduk dikursi roda,namun karena ia
sudah sadar atas semua kesalahnnya selama ini.Ia pun langsung menemui orang
tuanya untuk meminta maaf dengan bantuan
Dokter yang merawatnya tadi untuk membawa ke rumah ayah dan ibu Andi.
Sesampai
dirumah orang tuanya,Andi langsung memanggil ayah dan ibunya.
“Ayah
ibu…Ayah ibu.”
Ayah
dan ibu Andi yang baru saja selesai dari sholat,karena mendengar panggilan dari
seseorang mereka langsung keluar menemuinya.
Betapa
terkejutnya ayah dan ibu Andi yang melihat bahwa anaknya lah yang
memanggilnya.Dan betapa tidak,mereka juga sangat terkejut melihat Andi yang
menggunakan kursi roda.
“Kamu
kenapa nak??”Tanya ibunya Andi.
“Aku
mengalami kecelakaan bu,dan sekarang aku mengalami kelumpuhan.”Jawab Andi.
“Astaghfirullahalazhim
nak.Kamu harus bisa menerima ini semua.”Sahut ayahnya Andi.
“Ayah,ibu.Selama ini aku sering
berbuat salah kepada kalian dan aku selalu menyakiti hati kalian dengan
sikapku.Aku merasa sangat berdosa.Aku memohon ampun kepada ayah dan ibu atas
segala kesalahanku”.Pinta Andi kepada orang tuanya dengan menangis.
“Iya nak,ayah dan ibu
memaafkanmu.Maafkan ayah dan ibumu juga karena telah mengusir kamu kemarin.Ayah
dan ibu sebenarnya sangat sayang kepada kamu’.Jawab ibunya Andi.
“Ayah ingin kamu benar-benar
menjadi anak yang baik nak,taat kepada-Nya.
“Iya yah,aku berjanji akan menjadi
anak yang baik dan selalu membahagiakan kalian berdua.
Akhirnya merekapun berpelukan
dengan rasa penuh keharuan akan kebahagiaan yang mereka rasakan.Dokter yang
berada ditengah-tengah keharuan itu pun juga ikut merasakan kebahagiaan mereka.
Pesan yang ingin disampaikan:
Dalam
menjalani kehidupan ini haruslah kita tetap bersyukur kepada Allah SWT atas apa
yang telah Ia berikan kepada kita.Oleh karena itu,janganlah kita berlaku
sombong di muka bumi ini karena kekayaan,kepintaran dan lain sebagainya karena
semua itu tidak lain berasal dari Allah SWT.Allah bisa saja sewaktu-waktu
mengambilnya dari kita apabila ia menghendaki karena segala sesuatu yang
berasal dari-Nya pasti akan kembali kepada-Nya pula.
Selain
hal diatas,kita harus selalu patuh,hormat dan menyayangi kedua orang tua
kita.Orang tualah yang merawat,membesarkan,mendidik dan mengajarkan kebaikan
kepada kita yang menjadikannya anak yang baik,shaleh dan pintar.Oleh karena itu
janganlah kita lupa kan segala jasa dan pengorbanan mereka.Jangan sampai kita
mendurhakai dan menyakiti hati mereka.Karena sesungguhnya Ridha Allah
tergantung kepada Ridha orang tua kita pula.
Janganlah
berbuat kemungkaran,kesombongan di muka bumi ini,karena azab Allah SWT itu
pasti adanya.
JADIKANLAH HIDUP KITA SEMUA PENUH DENGAN KEBAIKAN UNTUK MERAIH SYURGANYA